Rabu, 13 April 2016
Senin, 26 Oktober 2015
LATIHAN JURNALISTIK SEMANGAT HARUS ENERJIK
Ketika saya
mendengar exstrakurikuler yang bernama
jurnalistik di sekolah . saya rasanya ingin tahu apa itu jurnalistik dan apa tujuan dari
jurnalistik. Saya tergesa -gesa menuju
ke Pak Guru dan bertanya tentang apa yang di maksud dengan jurnalistik. Pak Guru pun menjelaskan saya tentang jurnalistik itu. Setelah mendengar
penjelasan Pak Guru ternyata jurnalistik itu menarik juga . Rasanya ingin
cepat-cepat untuk belajar jurnalistik.
Sesudah pulang sekolah
saya cepat-cepat melaksanakan pekerjaan di rumah. Setelah pekerjaan saya sudah selesai saya
langsung mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke sekohlahudah . Tidak lupa
membawa persiapan alat tulis untuk belajar.
Di taman sekolah sudah menunggu beberapa teman. Mereka
juga ikut kegiatan jurnalistik. langsung saya duduk sambil main-main bersama mereka. Tiba-tiba
Pak Guru
datang.dan pak guru langsung menghitung jumlah siswa yang sudah datang. Ada 20 orang peserta. Pak Guru
menyuruh kami duduk melingkar. Pelajaran dimulai di taman depan sekolah.
Pak Guru mulai
membuka pelajaran dan menjelaskan tentang kegiatan jurnalistik. Pentingnya
menulis. Cara mudah menulis.Pentingnya semangat menulis yang enerjik. Aku memperhatikan dengan seksama. Aku ingin pandai menulis .Teman yang lain juga
memperhatikan. Ada juga yang datang tidak membawa alat tulis dan tidak
memperhatikan penjelasan Pak guru. Hanya
membawa handpone , bicara entah dengan
siapa saat belajar. Pelajaran diakhiri dengan tugas. Ada yang pulang pulang membawa semangat menulis. Ada yang
pulang membawa bingung karena tidak memperhatikan. Aku berpikir tak ada gunanya datang jika tak ada niat belajar. Iya kan Bro....(ESI SUSIANTI kelas IXB SMPN 1 Sembalun Lombok
Timur NTB)
LATIHAN PRAMUKA TETAP JALAN WALAU TANPA MAKAN
Hari ini saya pramuka
di sekolah SMPN 1 sembalun. Ketika saya datang ,kita langsung membangun tenda.
Saya membawa perlengkapan yaitu panci. Ternyata di kelompok saya tidak ada yg
membawa kompor.Jjadi panci itu nganggur dan kita tidak memasak.Yang lebih parah
lagi saya tidak bawa nasi .Jadinya saya hanya makan mie mentah ,tanpa dimasak
.Walaupun saya tidak masak dan hanya makan mie mentah kegiatan pramuka tetap
menyenangkan. Banyak hal yang menyenangkan. Pramuaka mengajarkan kita kerjasama
,dari membangun tenda latihan sampai
menggulung tendsa.
Ketika
kita membangun tenda .kakak pembina yang membantu. setelah semua tenda berdiri kita disuruh berbaris.Pada
saat berbaris ada beberapa kacu yang dilepas.Ternyata kacu kami terbalik.Ketika
hari mulai soreteman-teman dari SMPN 1 Aikmel datang. Saatnya untuk sembahyang
karena hari sudah sore.Ketika teman kami
yang muslim sembahyang saya dan teman-teman
saya yang Hindu bererita dengan kakak pembina kita tentang pengalamannya
sekitar peramuka.Setelah lama bercerita,dan teman-teman kami sudah selesai
sembahyang.kami disuruh makan. Yaaaa......karena kami tidak masak,jadi saat
itulah kami memakan mie mentah,yaaaa....enak juga siih,dari pada tidak.
Lalu tibalah
saatnya untuk upacara pembukaan pelantikan peramuka. Walau hari sudah malam
tapi semangat kita tidak pudar. Saat acara api unggun. ada yang bernyanyi,menari,dan
juga senam.Tiba-tiba kami disuruh untuk tidur.Kami tidak bisa tidur karena di luar
tenda sangat ribut. Kakak pembina menyuruh kami cepat tidur karena jam 1 malam
nanti kami disuruh bangun.
Setelah
lama tidur,tiba-tiba kakak pembina kami bangun dengan berteriak.kamipun
segera bangun dalam keadaan sangat
mengantuk dan kedinginan. Kakak pembina bertanya ‘’Apakah kalian
mengantuk,apakak kalian kedinginan’’ Hampir semua dari kami menjawab”yaaa”
Lalu kakak pembina
mengambil sebotol air.Untungnya kami tidak disiram dengan air itu.Kakak pembina
menyuruh kita hadap belakang,dan membuka kacu yang saya gunakan. Saya kira
untuk apa,ternyata untuk menutup mata. Kami disuruh duduk diam,dan saya merasa satu-persatu dari teman-teman saya
mulai pergi.
Setelah lama
diam,lalu kakak pembina mengajak saya pergi dalam keadaan mata tertutup. Kakak
pembina membisikan kata “Hati-hati ada banyak batu nisan”. Saat itu saya sempet
takut.Di kepala saya terbayang tentang batu nisan. Setelah itu kakak pembina
menyuruh saya duduk di suatu tempat yang lumayan sepi.Lalu ada kakak pembina
yang memindahkan saya ke sutu tempat,dan bertanya ’’Dari mana?’’ Karena dingin
saya hanya bisa menunjuk satu arah.Dia bertanya ‘’Dimana itu? Saya menjawab Timur’’.
kakak itu berkata lagi ’’Masak itu timur?’’Dia langsung pergi sambil berkata ’’Ketika saya hitung mundur 10-1
kalian buka tutup mata kalian’’. Satelah kami buka ternyata kami ada
ditengah-tengah ladang. Kakak pembina menyuruh kami menunduk dan menutup mata,dan
dia membacakan sebuah puisi tentang ibu. Kamipun menangis.
Setelah itu kami
disuruh kembali ke lapangan. Disana ada lagi yang mengejutkan. Mengejutkan
sekali. Salah satu dari teman kami
hilang. Kakak pembina saling
menyalahkan.Mereka saling pukul. Kami semua takut. Ada yang menangis. Termasuk
saya.Kami disuruh pulang.Keadaan sudah semakin memanas. Semakin kacau. Kakak
pembina sudah ribut. Mereka saling salahkan dan saling pukul. Setiap
pembina merasa benar sendiri dan
menyalahkan yang lain. Kami semakin takut
Setelah
beberapa lama kaka pembina, memberitahu kami. Semua kejadian itu hanya akting alias bohongan. Teman kami yang
hilang itu hanya bohong juga.dia disembunyikan. Tapi ada satu kaka pembina yang
benar-benar kena pukulan di keningnya.kasihan banget...
Setelah acara
tersebut kami istirahat ,dan di suruh tidur. Tapi kami tidak bisa tidur. Jadi
kami ngombrol dengan kakak pembina. Tapi kakak pembina yng lain menyuruh kami
tidur. Kami pun masuk tenda jam 4 pagi
tanpa kami sadari. kamipun tertidur. Jam
5 pagi kami terbangun lagi.Lalu kami mencuci muka. Setelah itu senam , dan
beberapa saat kami latihan, dan melakukan permainan.setelah itu,saya pergi
keluar untuk belanja saya lihat teman-teman saya berbaris ,saya cepat berlali
kembali.
saat saya kembali. Saya berniat menaruh jajan
saya. Saya masuk tenda. Saya kaget di dalam tenda itu tidak ada tas saya.Saya
berpikir siapa yg memindahkan tas saya.Teman
saya memanggil saya. Ia berteriak “Mengapa kamu masuk kesana?
Kan tenda kita disini! Saya kaget. Baru
saya sadari ternyata saya salah masuk
tenda. Astaga. Saya merasa malu
sekali. Sayapun ikut berbaris. Kegiatan selanjutnya kita berangkat ke rumah adat.
Sesampai di rumah
adat saya capek banget. Setelah cukup
beristirahat ,kami diajak naik gunung Selong. Dari atas pemandangan indah memesona. Dari atas saya bisa melihat seluruh Sembalun. Setelah
duduk sebentar kami diajak melanjutkan
perjalanan kembali. Waktu saya berjalan,kaki saya lelah dan sakit sekali. Setelah beberapa lama berjalan kamipun
sampai ditenda. Saya langsung tidur. Setelah lama beristirahat kami disuruh
berbaris. Kami disuruh memungut sampah masing-masing 30 sampah. Dan akhirnya saatnya
upacara penutupan dan sayonara.
(NI NYOMAN BUDIARTI Siswa Kelas IXB SMPN 1 Sembalun Lombok Timur
NTB)
Rabu, 30 September 2015
SIAPA INI YOO
Bernostalgia itu perlu
Kadang malah wajib
Setelah pindah jauh
atau hilang tanpa alamat
perlu dikenang dalam doa
ingat kebaikan saudara kita.
Saat itu ada kemah siswa
Biasa guru berjaga
Lupa entah siapa memotret
Pak Mustika atau Mik Calikul Amin
Tahunnya juga lupa
Yang jelas antara tahun 1997
sampai Pak H.Nurkolik pindah
ke negeri idaman tanah kelahiran
Trenggalek Jawa Timur
Assalamuyalaikum kawan
Kadang malah wajib
Setelah pindah jauh
atau hilang tanpa alamat
perlu dikenang dalam doa
ingat kebaikan saudara kita.
Saat itu ada kemah siswa
Biasa guru berjaga
Lupa entah siapa memotret
Pak Mustika atau Mik Calikul Amin
Tahunnya juga lupa
Yang jelas antara tahun 1997
sampai Pak H.Nurkolik pindah
ke negeri idaman tanah kelahiran
Trenggalek Jawa Timur
Assalamuyalaikum kawan
NGEE ANN POLITECHNIC SINGAPORE KE SMPN 1 SEMBALUN LOMBOK TIMUR
Beberapa siswa Ngee Ann Politechnic Singapore datang di SMPN 1 Sembalun.Mereka adalah Ashruff,Joseph,Cheryl,Rio,Nicholas Soh Wen Jie.Mereka datang bersama Mr.Hoe dan Mr.Yam. Keduanya adalah lecture di sekolah politeknik tersebur. Semacam SMK di Indinesia. Mereka dikawal oleh seorang Tour Leader: Yunus seorang pemuda yang ramah dan murah senyum.
Kedatangan mereka dalam rangka melaksanakan kegiatan persahabatan. Kegiatan ini biasanya dilaksanakan dua kali setahun. Kali ini mereka mengadakan kegiatan pelatihan penggunaan komputer bagi guru dan siswa SMPN 1 Sembalun Lombot Timur. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari. Materi yang diberikan meliputi powerpoint dan Exel.Kegiatan pembelajaran dipandu Ashruff dan dibantu oleh yang lainnya.
Pada kesempatan ini rombongan dari Ngee Ann Politeknik Singapore menyerahkan empat buah leptop dan cendra mata.
Kepala SMPN 1 Sembalun Drs. Usman ,M.Pd. menyatakan leptop ini akan digunakan siswa dalam kegiatan pembelajaran TIK dan kegiatan Ekstrakurikuler Jurnalistik di sekolah.
Menurut Mr. Yam kegiatan persahabatan ini dilaksanakan dua kali setahun di satu lokasi yaitu bulan Januari dan Oktober. Selain di SMPN 1 Sembalun kegiatan yang sama juga dilaksanakan di Kantor Unit Pendidikan dan Olahraga kecamatan Sembalun dan di Desa Obel Obel."Nanti kami akan datang lagi ker sini" katanya dengan tersenyum. (jurnalis: Miftahul Jannah, Nyoman Budiarti, Esi Susianti)
Pada kesempatan ini rombongan dari Ngee Ann Politeknik Singapore menyerahkan empat buah leptop dan cendra mata.
Kepala SMPN 1 Sembalun Drs. Usman ,M.Pd. menyatakan leptop ini akan digunakan siswa dalam kegiatan pembelajaran TIK dan kegiatan Ekstrakurikuler Jurnalistik di sekolah.
Menurut Mr. Yam kegiatan persahabatan ini dilaksanakan dua kali setahun di satu lokasi yaitu bulan Januari dan Oktober. Selain di SMPN 1 Sembalun kegiatan yang sama juga dilaksanakan di Kantor Unit Pendidikan dan Olahraga kecamatan Sembalun dan di Desa Obel Obel."Nanti kami akan datang lagi ker sini" katanya dengan tersenyum. (jurnalis: Miftahul Jannah, Nyoman Budiarti, Esi Susianti)
Rabu, 22 Oktober 2014
SISWA SMPN 1 SEMBALUN SIAP BELAJAR
Hari ini hari ke dua Presiden ke 7 bekerja. Guru di Kecamatan Sembalun juga hari ini melaksanakan pendampingan K 13 hari kedua. Saat guru sibuk untuk persiapan masuk kelas, siswa juga bersemangat untuk belajar. Mereka minta kenangan berpose bersama di ruang UKS SMPN 1 Sembalun tercinta. jelas terlihat mereka siap menunggu para guru yang masuk kelas dalam program On Servive K 13 kali ini.
Ternyata bukan guru saja yang menunggu-nunggu K 13. Siswa malah lebih ingin mengetahui dan merasakan K 13 ini
Senin, 13 Oktober 2014
MENGAPA KURIKULUM BERUBAH?
Kurikulum K 13 sudah diterapkan di negeri Sembalun ini sejak
awal tahun ajaran baru sampai sekarang. Selama empat bulan guru dan siswa
melaksanakan suatu yang baru. Khusus bagi guru tergolong menjadi
dua yaitu ada guru yang sudah mendapatkan pelatihan dan yang
kedua ada guru yang sama sekali belum mencium bau pelatihan. Dalam
tataran pelaksanaan di sekolah semua guru harus melaksanakan
dengan segala keluh-kesah dan rasa berat hati.
Sebagian guru yang belum mengenal "bau" K 13
merasa berat melaksanakannya. Masalahnya bagaimana menerapkan sesuatu
yang belum diketahui. Ini ibarat membuat sesuatu yang tidak kita
ketahui bentuknya. Ini namanya susah bin susah. Apa boleh buat
perintah sang datu (atasan) harus dilaksanakan. Apapun yang terjadi.
Orang Sasak mengatakan "Sejari-jari beras bekerem"
(lakukanlah apa yang bisa dilaksanakan, kira -kira begitulah terjemahan
bebasnya).
Guru lain ada yang tampak santai tidak terbebani oleh K 13. Jika
diperintah melaksanakan sesuatu lakukan saja. yang menyuruhlah yang bertanggung
jawab terhadap hasilnya. Jangan takut tidak bisa melaksanakan
dengan baik. Guru pasti bisa melaksanakannya. Semua perubahan pasti
dalam bingkai kapasitas kemampuan guru. Ikuti saja kemana air
mengalir. Sampaikan saja apa adanya. kalau disuruh menyampaikan
materi dalam fotokopian sampaikan jangan cari materi yang lain. (Buku
belum datang , kepala Sekolah diinstruksikan memotokopi sampai halaman 16 saja.
Jangan lebih. Halaman berikutnya akan datang dalam bentuk buku siswa yang
asli. Begitu informasi dari pihak yang berkompeten ). Beres kan
?. Jangan dipikir terlalu sulit. Sampaikan yang mudah
tinggalkan yang sulit. jangan terlalu repot dengan K 13.
Berselang 4 bulan (kurang lebihlah)
menjalankan K 13 dilaksanakan pendampingan inservis 1
di kota Hortipark sembalun. Tampak guru cemas . Ada informasi awal
yang berkembang (entah asal usulnya dari mana) bahwa K13 ini sangat membebani
guru terutama dalam penilaian. Ada empat jenis penilaian untuk setiap
siswa. Keempat penilaian itu meliputi sikap (sosial, spiritual), pengetahuan,
keterampilan. Bagaimana sibuknya seorang guru? Memang tanpa disadari
semua manusia tidak banyak mau menanggung beban. Yang namanya beban pasti
beratlah. kalau ringan bukan beban. (Pelungguh pasti lebih paham itu).
Ada yang menghadapi dengan penuh harap seperti seorang ibu yang
menanti anak yang akan datang dari rantau. Berharap ada banyak hadiah
yang dibawa. Sekian banyak harapan untuk lebih baik. Lebih bermartabat di
antara semakin samarnya arah dan wajah pendidikan di negeri ini.
Ia melaksanakan tanpa beban ini.dengarlah agar pengetahuan kita
berkembang mari dibahas jangan hanya dipandang
Selasa, 15 April 2014
LOMBOK TIMUR AKAN KIRIM GURU KE AUSTRALIA
Ada kabar mengejutkan bagi guru di kabupaten Lombok timur. Dalam waktu dekat pemerintah Kabupaten lombok Timur akan memberikan kesempatan kepada guru untuk berkunjung ke Australia. Sekitar 20 orang guru dari SD ,SMP dan SMA yang beruntung akan diberangkatkan selama satu bulan. Kegiatan ini dalam rangka memperluas wawasan para guru. Diharapkan dengan kunjungan itu nantinya guru mendapatkan banyak pengalaman manajemen pembelajaran yang baru. Tentu saja kegiatan itu akan menyenangkan para guru.
Informasi itu disampaikan oleh Kepala Seksi Kurikulum Dinas Dikbud kabupaten Lombok Timur dihadapan guru peserta workshop penyusunan soal USB semester genap (16/4) di SMPN 4 Selong Lombok Timur. Kasi Kurikulum menegaskan persyaratannya adalah penguasaan Bahasa Inggris yang baik.Sebagai persiapan guru dituntut memperbaiki kemampuan berbahasa Inggrisnya agar bisa berlanglang buana ke Australia.

Informasi itu disampaikan oleh Kepala Seksi Kurikulum Dinas Dikbud kabupaten Lombok Timur dihadapan guru peserta workshop penyusunan soal USB semester genap (16/4) di SMPN 4 Selong Lombok Timur. Kasi Kurikulum menegaskan persyaratannya adalah penguasaan Bahasa Inggris yang baik.Sebagai persiapan guru dituntut memperbaiki kemampuan berbahasa Inggrisnya agar bisa berlanglang buana ke Australia.
Sabtu, 05 April 2014
PELATIHAN GURU DAN SISWA PERSIAPAN LOMBA PENELITIAN ILMIAH REMAJA SMP KAB.LOMBOK TIMUR 5-6 APRIL 2014

CONTOH
TOPIK PENELITIAN
I.
IPA DAN LINGKUNGAN
A.
BIOLOGI
1.
Pemanfaatan Tanaman Obat di Gampong
Teungoh
2.
Pemanfaatan
Tunas Daun Muda Tanaman
Sagu(Metroxylon spp) sebagai
Alternatif Sementara Pengganti Garam Dapur bagi Masyarakat Kabupaten Mappi
3. Pengaruh Rumput “Banto” (Leersia Hexandra) terhadap Mekanisme Pencernaan
Kucing
4.
Pemanfaatan
Limbah Air Kelapa
untuk Pengawetan Tempe
5.
Pembuatan Telur Asin dengan
Memanfaatkan Limbah Kelapa sebagai Pengganti
Garam
6.
Minyak Cengkeh (Clove Oil)
sebagai Bahan Anastesi Ikan Banung (Mystus Nemerus CV)
7.
Biorang Kulit Jarak
8.
Mengembalikan
Kejayaan Kupu-Kupu
Terbesar Dunia di Taman Bantimurung Bulusaraung Kab. Maros Propinsi Sulawesi
Selatan
9. Studi Fenomena Mimikri Kupu-kupu (Ordo
lepidotera) di Wilayah Cagar Alam Pegunungan Cyplops, Jayapura, Papua
10. Siklus Hidup dan Sumber Pakan Kupu-kupu Ornithoptera Priamus (Papilionidae) di Cagar Alam Pegunungan
Cyclops Kabupaten Jayapura
11. Jangkrik sebagai Sensor Suhu Alam
12. Pemanfaatan Telur Keong Emas (Pomacea
canalicuta) sebagai Pengganti Telur Ayam dalam Pembuatan Kue Pukis
13. Perilaku Potong Daun Mawar (Rosa sp) oleh Megachile
unbripennis Smith
14.
Daya
Antipatogenitas Sayap Lalat
Rumah (Musca domestica): Sebuah
Pembuktian Ilmiah Hadits Nabi
15. Kemampuan Semut dalam Memilih Jalur Terpendek antara Sumber Makanan dengan
Sarang Koloninya
16. Arsitektur Sarang Semut Rangrang
17.
Karakteristik Dan Arsitektur Sarang Burung Manyar
18.
Cara Berjalan Binatang Kaki Seribu (Trigoniulus corallinus)
B.
Pertanian/Pangan
1.
Jipay Crispy (Keripik Biji Pepaya) Makanan
Alternatif Berprotein Tinggi
2.
Pemanfaatan
Ampas Tebu sebagai
Alternatif Bahan Baku Kertas
3. Efektivitas Pengggunaan Umbi Gadung untuk Membersihkan Lendir pada
Teripang Pisang (hewan invertebrata laut berkhasiat dan bernilai terapeutik)
4. Pemanfaatan Daun Rosela Merah (Hibiscus
Sabdariffa Linn) sebagai Bahan Alternatif Pengawet Tahu
5.
Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Randu Sebagai Bahan Utama Biopestisida
6.
Pemanfaatan Biji Ketapang (Terminalia catappa) sebagai
AlternatifePengganti Santan Kelapa
7.
Pemanfaatan Ekstrak Jahe Merah (Zinginber Ofcinale Roscoe) Sebagai
Bahan Pembersih Gigi Tiruan Akrilik Yang Dapat Menghambat Pertumbuhan Koloni
Candida Albicans
8.
Dendeng Alternatif dari Si Ungu
9. Led Hunter sebagai Alat Penjebak Serangga
10. Potensi Ungker Hutan Jati Kabupaten Blora
11. Mengatasi Hama dengan Hama,
Pestisida Hewani yang Ramah Lingkungan
12. Pengaruh Tinta Cumi-Cumi
sebagai Subtitusi Kedelai terhadapKualitas Kecap Manis
13. Mie “Ikel”: Menu Hemat Bergizi 3 in 1
C.
Kesehatan
1.
Pemanfaatan
Serbuk Daun Maja (Aegle Marmelos) sebagai Alternatif Penjarangan Anak pada Kelinci
(Oryctolagus Cuniculus) Betina
2.
Kajian
Kandungan Flour dalam Ekstark Siwak (Salvadora persica)
sebagai Alternatif Bahan Remineralisasi
Gigi
3.
Khasiat Umbut Pinang sebagai Obat Herbal Cacingan
4.
Pengaruh Konsentrasi dan Lama Pemberian Ekstrak Daun Pegagan (Centella
asiatca) dalam Basis Krim Terhadap
Kesembuhan Luka Bakar
5.
Kombinasi Daun Tanaman Sirih Merah (Piper crocatum) Dengan Tanaman
Ciplukan (Physallis angulata L.) sebagai Penurunan Kadar Gula Dalam Darah Tikus Wistar (Ratus norvegicus)
6.
Cofe Mix Bubuk Mengkudu sebagai Minuman Alternatf Penderita Darah Tinggi dan Diabetes Melitus Tipe 2
7.
Keripang "Keripik Ketapang" (Terminalia Catappa L) sebaagai Solusi Tepat Antisipasi Diabetes Mellitus dan Kolestrol
8.
“Carlenate" (Carilena Protex): Pemanfaatan Biji Rambutan SebagaiPlastic Biodegredable pada Pembuatan Pembalut Alami yang Sehat dan Ramah Lingkungan
9.
Analisis
Pemahaman Siswa tentang Kesehatan
Reproduksi Remaja pada SMAN 1 Kota Bima
10.
Perbandingan Kecenderungan Perilaku Penyimpangan Seksual antara Anak Pesantren dan Non
Pesantern
11. Permasalahan Psikososial Mantan Penderita Kusta
D.
Ekologi/Lingkungan
1.
Menguak Permainan
Tradisional yang Tersisa di Padangsidimpuan Utara
2.
Kemilau Teluk Kiluan Lampung
yang Terabaikan
3.
Mencari Sebab-Sebab Mulai Hilangnya
Kunang-Kunang dari Area Persawahan di Sekitar Tempat Tinggal Penulis
4.
Perubahan Fungsi Lahan dan Kesadaran Masyarakat terhadap Izin Mendirikan
Bangunan di Kecamatan Depok
5.
Penggunaan Air Belimbing Wuluh (Avverhoa
bilimbi) untuk Meningkatkan Kualitas Beras Raskin
6.
Bahan Bakar Minyak Lipstk (Limbah Plastk) sebagai BBM
Alternatf Tepat Guna dan Solusi Tuntas Gunung Sampah
7.
Pemanfaatan Limbah Kulit
Pisang Sebagai Teh Alternatf
8.
Pemanfaatan Limbah
Dry Chemical Powder ABC Fire Extinguisher sebagai Pupuk Alternatif Tanaman Aloe
vera
9.
Keragaman dan Keefektifan Serangga Penyerbuk Pada Bunga
Mangga (Mangifera indica)
E. MATEMATIKA
1.
Optimalisasi
Formula Triple Pythagoras sebagai Upaya membangun Sebuah Konfigurasi dan
Konstruksi Sebuah Bangunan
2.
Sifat Optis
Irisan Kerucut
3.
Modernisasi Rumus
Segitiga untuk Menemukan Luas Segi Empat Sembarang
F.
Kimia/Geologi
1.
Pengaruh Air
Tanah Kota Pontianak terhadap Korosi Logam Besi dan Seng
2.
Pemanfaatan
Zeolit Alam sebagai Filter Logam-Logam Berat pada Air Hujan dan Air Sumur yang
Digunakan untuk Air Minum
3.
Pematangan Buah
Pisang Menggunakan Daun Reside
4.
Studi Perbandingan antara Cuka dari Kulit Pisang dengan Cuka dari Air
Kelapa
5.
Pengaruh Perbedaan Lama Penyimpanan Nira terhadap Kadar Alkohol yang
Dihasilkan
6.
Tingkat Penyebaran Bahan Kimia Beracun dari Asap Berbagai Merk Rokok
7.
Pemanfaatan Ekstrak Daun Waru (Hibiscus
tiliaceus) sebagai Bahan Antiseptik dalam Pembuatan Sabun Cair Pencuci
Piring
8.
Pengukuran Tingkat Keasaman, Kekentalan, dan Banyaknya Busa pada Berbagai
Jenis Shampoo yang Beredar di Pasaran
9.
PEMANFAATAN BIJI ASAM JAWA (Tamarindus indica L) SEBAGAI
BIOKOAGULAN DALAM PENGOLAHAN AIR SUNGAI KAPUAS (KAJIAN: PERBANDINGAN
EFEKTIVITAS BIJI ASAM JAWA DAN ALUMINIUM SULFAT SEBAGAI KOAGULAN)
10.
Pemanfaatan Kitosan sebagai Adsorben Logam Berat dan
Pengawet Alami pada Kerang Darah (Anadara granosa L.)
II.
IPS
DAN KEMANUSIAAN
A.
Bahasa
dan Kesusatraan
1.
Keberadaan Bahasa Jawa di Kalangan Generasi
Penerus
2.
Menggugat Kinerja Media Massa dalam
Penyampaian Informasi sehubungan
dengan Bencana di Indonesia dalam Kurun Waktu 2004 – 2007
3.
Loyalitas Bahasa Keluarga Jawa di Kodya Semarang
4.
Metamorfosis Kata
dan Kalimat Ragam Tulis Bahasa Indonesia dalam Jejaring Sosial Facebook (Studi Deskriptif Gaya Bahasa
Alay)
5.
Menyibak
Nilai-Nilai di Balik Kalimat
Tabu dalam Masyarakat Jawa
6.
Menggali
Nilai-Nilai Kehidupan di Balik “Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia” Karya Taufik Ismail
7.
Potret Perempuan Urban dalam Novel Chicklit
Indonesia
8.
Menyibak Nilai-nilai Kehidupan di Balik Novel Ayat-ayat Cinta
9.
Menggugat Tema-Tema dalam Lirik Lagu Daerah ”Cilokak” Sasak
10. Bekayaq Sebagai
Sarana "PDKT" Muda-Mudi Sasak
11.
Ketertarikan Remaja dalam Membaca Buku
12. Pemberdayaan Minat Baca Karya Fiksi dalam Pengembangan Kecerdasan Emosional
Siswa-Siswi SMAN 1 Pasuruan
B.
Sejarah/Kebudayaan
1.
Belajar dari Sistem
Pemerintahan Masa Lalu untuk Meraih Remaja di Era Reformasi
2.
Budaya Malu
dalam Keluarga Masyarakat Aceh Barat
3.
Pakemisasi Seni Jaranan Kedhiren sebagai
Upaya Melestarikan Kesenian Daerah
4.
Menelusuri Jejak Suku Tamiang melalui Tumbuhan yang Digunakan dalam Upacara
Adat
5.
Kolonel Soerachmad, Pahlawan Kediri yang Terlupakan
6.
Graffity, antara Vandalisme dan Keindahan (Fenomena Eksistensin Seni
Jalanan sebagai Salah Satu Bentuk Perusakan yang Berkontribusi pada Keindahan
Kota Yogyakarta)
7.
Seni Tradisional Tayub sebagai Salah
Satu Kesenian Tradisional Rakyat di Tengah Eksistensi Modern
8.
Melautkan Orang Sasak (Lombok Timur)
9.
Eksplorasi Kesenian Cengklungan Khas Temanggung
C.
Ekonomi/Manajeman
1.
Hubungan antara
Harga Jual dan Mutu Hand and Body Lotion
2.
Eksistensi
Pasar Tradisional dalam Menghadapi Maraknya Pasar Modern di Kota Denpasar
3.
Pemanfaatan
Hasil Panen Salak yang Masam dan Sepat
4.
Peningkatan Produktivitas Pembuatan Tempe dengan Memanfaatkan Limbah Nenas
5.
Pemanfaatan Daun Singkong (Monihot uttilissima) dalam Menghemat Pemakaian
Minyak Tanah
6.
Prospek Berdagang Klithikan
sebagai Alternatif Wirausaha di Yogyakarta
7.
Tingkat Persaingan Usaha Dagang di Kalangan Pedagang Bakpia Pathok sebagai
Upaya Peningkatan Pemasaran Produk (Studi Terhadap Masyarakat Penguasa Bakpia
Pathok di Kelurahan Ngampilan, Kecamatan Ngampilan, Kota Yogyakarta)
8.
Analisis Penerapan Prinsip Syariah pada Mekanisme Operasional Bank
Konvensional (Bank BRI) dan Bank Syariah (Bank BRI Syariah)
9.
Pengaruh Minimarket terhadap Toko-Toko di Sekitarnya
10. Pemanfaatan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan
sebagai Sarana Peningkatan Perekonomian Masyarakat melalui Usaha Ternak
11. Bagaimana Sesungguhnya Tarif Operator Seluler di
Indonesia
12.
Tempe Plus-Plus
13.
Pemanfaatan Daun Eceng Gondok (Eichornia crassipes) dalam
meningkatkan kualitas telur itik untuk meningkatkan pendapatan warga di Desa
Tawangrejo Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan
14.
Sumpil Si Limbah Budidaya Rumput Laut sebagai Pakan Ikan
yang Memiliki Nilai Gizi dan Nilai
Ekonomis Tinggi
15.
Biskuit Cangkang Keong Mas Pencegah Osteoporosis Sebagai
Peluang Usaha Baru di Bengkulu Selatan
16.
MIE INSTAN “SEEDPPA NOODLE" MENU HEMAT BERGIZI 5 IN
1 SIAP HADAPI PASARAN
D.
Pendidikan
1.
Anak Putus
Sekolah akibat Gaya Hidup Masyarakat Sasak
2.
Mencegah
Pendangkalan Bahasa Jawa di Kalangan Remaja melalui Kurikulum Berbasis
Kompetensi
3.
Studi tentang
Aktivitas Belajar Siswa pada Program Akselerasi: Pengaruhnya terhadap
Perkembangan Emosional Siswa (Studi Kasus pada Siswa Kelas XII Program
Akselerasi di SMAN 8 Yogyakarta)
4.
Peran Lembaga
Bantuan Belajar (LBB) dalam Meningkatkan Prestasi Siswa SMA Negeri di Surabaya
5.
Terjadinya
Miskonsepsi karena Pengaruh Kesulitan Belajar Fisika pada Siswa SMP/SMA di
Kabupaten Situbondo
6.
Penerapan Life Skills dengan Memanfaatkan Limbah
Kayu sebagai Karya Inovasi Kerajinan batik di SMP Muhammadiyah 1 Surakarta
7.
Kajian Nilai-nilai Pendidikan Budi Pekerti yang Terkandung dalam Cerita
Tantri Kamandaka
8.
Meningkatkan
Minat Baca Siswa SMPN 4 Rembang dengan Memberdayakan Uang Saku dalam Bentuk
Arisan
9.
Peran
Perpustakaan Bung Karno dalam rangka Mengembangkan Budaya Baca bagi Masyarakat
10. Perbandingan Prestasi Belajar antara Siswa Laki-Laki
dengan Siswa Perempuan SMAN 1 Purworejo Tahun 2007
11. PROGRAM “SMS” (Siswa Mengajar Siswa) ; Studi Mengenai
Program SMS Untuk Meningkatkan Nilai Akademik Matematka Bagi Siswa Kurang Mampu
di RW XI, Kampung Gampingan, Kelurahan Pakuncen, Kecamatan Wirobrajan, Kota
Yogyakarta
12. . Analisis Pendidikan Karakter Dalam Tradisi Didong Gayo
13. Deskripsi Gender Dalam Buku Teks: Studi Terhadap Buku
Sekolah Elektronik (BSE) Kelas 1 dan 2 Sekolah Dasar
14. Peningkatan
eksistensi aksara incung di daerah Kerinci dan Sungai Penuh
E.
Sosiologi
1.
Partisipasi
Politik Siswa SMAN 1 Kota Bima sebagai Pemilih Pemula dalam Pemilihan Kepala
Daerah Langsung di Kota Bima
2.
Korelasi
Intensitas Mengakses Situs Porno dan Permisivitas Perilaku Seksual Remaja
3.
Masyarakat
Nelayan Alue Naga dan Kebahariannya Pasca Tsunami
4.
Gender dalam
Pendidikan: Antara Kultur dan Realitas
5.
Peran Warga
Tionghoa di Berbagai Aspek Kehidupan dalam Perkembangan Menuju Era Reformasi
Saat Ini
6.
Hubungan antara
Status Sosial dan Latar Belakang Filosofis terhadap Arsitektural Bangunan Makam
di Situs Cagar Budaya Makam Inggris Jitra Kota Bengkulu
7.
Keselarasan
Ritual Pembuatan Keris sebagai Living Culture dan Keunikan dalam Tatanan Budaya
Masyarakat Jawa
8.
Pendekatan Neo
Humanis sebagai Upaya Pencegahan Pencurian Hasil Hutan di Taman Nasional Bali
Barat
9.
Aplikasi
Geospasial sebagai Perencanaan Modifikasi Pengembangan Sistem Transportasi Bus
Trans-Jogja sebagai Solusi Transportasi Perkotaan Yogyakarta
10. Alang-alang :
Kajian Tentang Kehidupan Pekerja Anak Di Desa Muara-Binuangeun, Kecamatan
Wanasalam, Lebak-Banten
11. When Religion
Becoming Evil : Sebuah Penelitan Mengenai Pengaruh Konfik Ulama Terhadap Munculnya Stereotp Negatf Antar Jamaah
12. Budaya Pela dan Gandong sebagai Nilai Perekat kerukunan dan Peredam Konfik
Antar Umat Beragama di Ambon
13.
Peran Beasiswa
Sebaya dalam Peningkatan Prestasi dan
Kesamaan Akses Pendidikan
III.
TEKNIK DAN REKAYASA
1.
Miniatur Lemari
Pendingin
2.
Pemancar Mini
(Wireless) yang Murah Bermanfaat
3.
Faktor-Faktor
yang Mempengaruhi Proses Regilasi
4.
Merakit Inverter (Alat Pengubah Tegangan DC MenjadiTegangan AC)
5.
Menemukan Periode Oposisi Bumi-Mars
6.
Elektrokardiograf Cerdas Pemonitor Kondisi Jantung pada Pasien Penyakit
Jantung Koroner (PJK) Jarak Jauh
7.
IC 555 sebagai Indikator Pemutus Arus Listrik pada Pengisian Baterai
8.
Pemanfaatan LPT Port pada Komputer untuk Mengendalikan Peralatan Listrik
Rumah Tangga
9.
Menentukan Percepatan Gravitasi Bumi dengan Menggunakan Prinsip Archimedes
10.
Gorden Sensor Cahaya
Langganan:
Postingan (Atom)


.jpg)
